24 July 2016

Cara Instal Canonscan Lide 110



Scanner canon lide 110 merupakan variasi produk terbaru yang dikeluarkan oleh pabrikan electronik besar asal JEPANG. Scanner yang kompak dan efisien bentuk desainnya, dengan desain solid. Anda akan melihat warna hitam yang begitu berkesan kokoh baik dari interior maupun eksterior. Selain itu tertera berbagai tombol dengan fungsi masing-masing yang dibuat lebih halus atau tidak terlalu menonjol yang ditempatkan secara strategis pada bagian depan alat. Tentu membuat pengoperasian lebih mudah.untuk cara menginstal driver scannernya bisa lihat di bawah ini




1. Masukkan CD program (driver canonscan)
2. Kemudian akan muncul tampilan seperti berikut



   Pilih dan klik MSETUP4

    3.  Kemudian

     Pilih tempat tinggal anda. kitra pilih Asia dan kemudian klik Next


    4. 

    Pilih easy Instal kalau ingin menginstal sesuai standart, atau custom install jika ingin memilih file/aplikasi/program  yang diinginkan saja



    5.   

    Jika anda memilih Easy Install tampilannya seperti gambar dibawah ini. Kemudian Klik install


    6.  


    Pilih tempat tinggal anda. Pilih Indonesia kemudian Klik Next. Dan tunggu hingga selesai proses Instalasi
    7. Proses instalasi telah selesai dan anda sudah bisa memulai menggunakan scaner 
    8. Jika proses instalasi sudah selesai biasanya pada desktop pojok kanan bawah terdapat beberapa icon baru yang muncul seperti gambar dibawah. Silahkan klik pada icon Auto scan untuk memulai 
     

    03 July 2016

    Membangun Hijet 55

    Hijet 55 Original

    Pengalaman punya mobil sendiri diawali dari mobil yang saya anggap bukan jelek, tapi antik. yaitu hijet 55. Mobil yang sudah 2 tahun ini ndongkrok alias gak pernah dipakai. Kondisinya sangat memprihatinkan, kap bagian atas sudah lumutan, jok mobil penuh bulu kucing (biasanya buat tidur kucing) kaca buram, ban kempes semua, rem gak bisa, presneling error, mesin otomatis mati……Heheh…
    Pagi itu, minta tolong ke saudara untuk narik mobil dari bagasi tempat pemilik lama, rencana mau dibawa pulang. Pertama-tama bawa kompresor dari rumah langsung buat mompa keempat ban mobil, alkhamdulillah setelah sekian lama keempat ban mobil tersebut masih gak bocor, wihhh langkah pertama sukses..kedua langsung aja kita dorong keluar dari bagasi, eh kendalanya mobil ngambek gak mau keluar keempat ban macet ternyata rumah rem dipenuhi sama laceng (tawon madu yang kecil-kecil warna hitam) wah susah juga bersihin semuanya soalnya lengket banget pless malamnya (rumah laceng) mau dibukak juga sulit. Tapi akhirnya dipaksa-paksa mau juga muter meski harus terjadi pemukulan-pemukulan keras pada rumah rem termasuk di siram pakek air. Akhirnya bisa dibawa pulang juga nih mobil…..
    Sampai dirumah pertama kali yang harus dilakukan adalah menyalakan mesin, pinjam aki di mobil saudara, terus distarter..ribuan kali (biar tambah serem aja) sambil di siram ni karburator dengan bensin. Brummmm….brummm….brumm…..hore…nyala juga nih mesin, ternyata untuk mesinnya uenak…lancar gak da masalah.
    Langkah kedua mobil dicuci….wah….satu polesan saja dengan sampo mobil lumut langsung rontok, kaca jadi bening….siiip jadi tambah bersemangat merawat mobil nih. Mobil kinclong, meski dah dua tahun mobil gak dipakai. tambah polesan sedikit Kit (obat oles) mobil tambah kinclong….
    Ketiga, memperbaiki rem dan roda-roda. pertama bersihkan pelek dari tawon laceng (hehe…panen madu) susah banget ternyata mau membuaka pelek aja, soalnya lengket dan dipeneuhi rumah laceng….yang penting jalan dulu…..
    Keempat dicobak dulu…eh jalan, gak nyangka bisa jalan juga mobil antik tua ini setelah sekian lama bertapa…..jalan udah oke, rem kadang-kadang gak bisa alias ngocok dulu baru bisa ngerem. Kresneling oke, kecuali kresneling empat yang klo jalan harus megangin terus kalau nggak, bisa-bisa pindah gigi otomatis (biasa disebut presneling nglepeh)….Bongkar pasang sendiri (soalnya gak punya dana buat bawa kebengkel hehe) sehari bisa tiga kali naik turunin transmisi soalnya gak jadi-jadi….akhirnya nyerah juga aku bawa juga ke bengkel (hehe..gak ngatasi) dua hari udah selesai dari bengkel aku cobak, eh ternyata belum bisa, aku balikin lagi kebengkel, dua hari lagi eh tetep aja gak bisa lagi. setelah dari bengkel kepaksa harus aku ambil, nyampek rumah langsung aja aku turunin lagi..eh ternyata akhirnya selesai sudah aku selesaiin sendiri…. untuk lebih detailnya cara memperbaiki transmisi/presneling yang suka gonta-ganti gigi sendiri bisa dibaca pada postingan berikutnya…
    Kelima memperbaiki rem yang masih kadang-kadang blong.. yang saya lakukan kembali lagi seperti langkah keempat, dicobak dulu di bongkar sendiri klo gak bisa ya di bawa kebengkel (maklum usaha ngirit). pengennya aku bongkar sendiri sih supaya bisa komponen yang rusah diakalin biar gak dikit-dikit ganti, alhasil tetep aja gak bisa, akhirnya kembali lagi di bawa ke bengkel (tetep aja ceritanya hehe..) nyampek bengkel ternyata kesimpulannya ya harus ganti komponen beli master rem bawah….yah kalau gitu ya sama aja, aku juga bisa…….
    Dan yang keenam nyampek terakhir, hampir tiap hari aku memperbaiki didkit-dikit yang gak bisa aku jelasin semua, soalnnya bisa-bisa aku nulis bisa setebal kamus, yah hasilnya rumayan dan puas…..hasilnya rumayan dari yang kendaraan matitotal sampai layak pakai dan aman tentunya. (ples laku jual….Rumayan)…..udah dulu ya…semoga bermanfaat buat yang lagi mbangun mobil antik….yang penting jangan menyerah, mending dicobak diperbaiki sendiri dulu biar ngirit biaya, kalau terpaksa gak bisa ya dibawa kebengkel aja…..hehe…ok

    Iseng-iseng Hijet 55 kalau dimodif kira-kira kayak gini

    11 June 2016

    SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya"



    Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan.
    Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah.
    Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

    Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya.
    Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil
    maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas,
    sehingga layak dijuluki "raja jalanan".

    Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda -
    Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar
    insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan
    Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas,
    duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

    "Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia
    saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini,
    yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo,
    Tokyo, akibat mengindap lever.

    Kecintaannya kepada mesin, mungkin `warisan' dari ayahnya yang membuka
    bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang
    Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi
    cathut
    (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat
    penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor
    penggeraknya.

    Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri
    berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya
    ingin menyaksikan pesawat terbang.

    Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun,
    Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki.
    Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif.
    Ia sadar berasal dari
    keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga
    membuatnya rendah diri.

    Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company.
    Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti
    dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap
    oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja
    disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia
    21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu.
    Tawaran ini tidak ditampiknya.

    Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima
    reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
    memperbaiki

    mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya
    larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif.
    Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik
    meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu
    dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras,
    dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani
    patennya yang pertama.

    Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya,
    membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang
    dipilih?
    Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh
    bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh
    Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring
    buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi
    teman-temannya terhadap kegagalan itu.
    Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

    Kuliah
    Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan
    kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya.
    Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
    jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang
    mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke
    bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua
    tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang
    mengikuti kuliah.

    "Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan,
    melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum
    makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil.
    Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah.
    Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

    Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota
    memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan
    pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang,
    tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal
    dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah
    datang.
    Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

    Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan
    karyawannya.
    Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh
    kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik.
    Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
    diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu,
    Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

    Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini
    kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat
    menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan
    terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
    Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu
    diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan,
    sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali
    mendirikan pabrik motor.
    Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda
    berikut mobilnya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

    Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri
    otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.
    "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka
    tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan
    petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi,
    mimpikanlah mimpi baru.

    = = = = = = = = = =

    5 Resep keberhasilan Honda :
    1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
    2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
    3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
    4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
    5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

    07 May 2016

    MEMBACA SOKET CDI DARI WARNA KABELNYA

    Mengetahui jalur dari CDI bisa kita pahami melalui beberapa hal salah satunya yaitu melalui warna dari kabelnya, berikut ini beberapa jalur kelistrikan pada CDI jika dilihat dari warnanya :

    1. HONDA
    Hijau : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif
    Merah : (+) Aki
    Hitam : (+) Kunci kontak
    Putih : (+) Alternator pengisian (+) Lampu dekat
    Kuning : (+) Arus beban ke saklar lampu
    Biru : (+) Lampu jauh
    Abu-abu : (+) Flaser
    Biru laut : (+) Sein kanan
    Oranye : (+) Sein kiri
    Coklat : (+) Lampu kota
    Hitam-Merah : (+) Spul CDI
    Hitam-Putih : (+) Kunci kontak
    Hitam–Kuning : (+) Koil
    Biru-Kuning : (+) Pulser CDI
    Hijau-Kuning : (+) Lampu rem

    2. YAMAHA
    Hitam : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif
    Merah : (+) Arus positif dari Aki
    Kuning : (+) Lampu depan jauh
    Hijau : (+) Lampu depan dekat
    Coklat : (+) Sein kiri
    Hijau : (+) Arus beban (penerangan dll)
    Putih-Merah : (+) Pulser CDI
    Hijau-Hitam : (+) Rem

    3. KAWASAKI
    Hitam-Kuning : (-) Masa
    Putih-Merah : (+) Aki
    Merah-Hitam : (+) Lampu depan jauh/dim
    Merah-kuning : (+) Lampu depan dekat
    Abu-abu : (+) Sein kanan
    Hijau : (+) Sein kiri
    Biru : (+) Lampu rem
    Merah : (+) Lampu belakang
    Coklat : (+) Klakson

    4. SUZUKI
    Hitam-Putih : (-) Massa, berlaku untuk semua negatif
    Putih-Merah : (+) Pengisian dari magnet
    Kuning-putih : (+) Untuk ke penerangan
    Merah : (+) Aki
    Oranye : (+) Kunci kontak
    Abu-abu : (+) Lampu belakang
    Putih-Hitam : (+) Lampu rem
    Hijau muda : (+) Sein kanan
    Hitam : (+) Sein kiri
    Kuning-putih : (+) Lampu depan
    Putih–Biru : (+) Koil ke CDI
    Biru-Kuning : (+) Pulser ke CDI






    06 May 2016

    PEDOMAN KELISTRIKAN PADA SEPEDA MOTOR




    A.    MEKANISME TENAGA YANG DIHASILKAN OLEH MOTOR
    Tenaga yang dihasilkan oleh motor adalah berasal dari adanya Pembakaran Gas di dalam ruang bakar, oleh karena adanya pembakaran gas tersebut, maka timbullah Panas. Dan panas ini mengakibatkan gas yang telah terbakar Mengembang/exspansi, karena pembakaran dan pengembangan gas ini terjadi di dalam ruang bakar yang sempit dan tertutup (tidak bocor) di mana bagian atas dan samping kiri kanan dari ruang bakar adalah Statis/tidak bisa bergerak, sedangkan yang Dinamis/yang bisa bergerak hanyakah bagian bawah, yakni : Piston, sehingga dengan sendirinya piston akan terdorong ke bawah  dengan kuatnya oleh gas yang terbakar dan mengembang tadi. Pada saat piston terdorong ke bawah ini, membawa tenaga yang sangat dahsyat. Dan tenaga inilah yang dimaksud dengan Tenaga motor.

    B.     SISTEM PENGAPIAN SEPEDA MOTOR
    Tujuan dari pengapian adalah untuk mendapatkan loncatan bunga api pada gap busi. Loncatan bunga api tersebut digunakan untuk membakar campuran bahan bakar di dalam ruang bakar pada saat yang tepat. Sistem pengapian memperoleh arus dari baterai atau dari fly wheel magneto.
    Ada 2 tipe sistem pengapian sepeda motor yaitu :
    1. Sistem pengapian konvensional (platina)
    2. Sistem pengapian elektronik (CDI)
    C.    PENGERTIAN UMUM
    Yang dimakasud sistem pengapian konvensional (platina) adalah melaksanakan pengapian (memberikan dan memutuskan arus listrik) dilakukan oleh platina, sehingga diperoleh tegangan tinggi pada kumparan sekunder yang menyebabkan loncatan bunga api pada busi.
    Lain halnya pada motor yang menggunakan CDI, dalam melaksanakan pengapian (memberikan dan memutuskan aliran listrik) dilaksanakan oleh Capasitor setelah menerima sinyal dari pulser.
    Perbedaan yang nyata CDI menggunakan pulser dan capasitor sebagai fungsi platina. Yaitu magnet mengisi muatan kondensor pengapian hingga beberapa ratus volt, ketika pulser coil yang digabungkan dalam fly wheel magneto memancarkan suatu signal, hampir segera elemen semi konduktornya (dioda) membiarkan muatan listrik untuk mengalir dari kondensor ke coil pengapian, sehingga menginduksi suatu gelombang tegangan tinggi pada gulungan sekunder.
    Ringkasnya CDI adalah sistem pengapisan secara electric untuk menghasilkan loncatan bunga api pada busi tanpa menggunakan mekanisme platina.

    D.    BAGIAN-BAGIAN PENTING DALAM SISTEM PENGAPIAN
    a.      Komponen-komponen penting pada sistem pengapian menggunakan platina
    1. Charge Coil (Spul)
    Fungsinya untuk mengisi kondensor dengan muatan listrik
    1. Fly Wheel Magneto
    Fungsinya untuk membangkitkan listrik .
    1. Platina
    Fungsinya melaksanakan pengapian (memberikan dan memutuskan arus listrik yang akan melalui kondensor.
    1. Kondensor
    Fungsinya untuk menyerap arus ekstra dari gulungan primer coil dan setelah itu baru dialirkan ke platina secara sedikit demi sedikit dan merata, sehingga platina terhindar dari kerusakan atau permukaan platina tidak cepat berlubang-lubang.
    Condensor terbagi atas 2 menurut sistem penyalaannya:
    a)      Condensor untuk motor penyalaan sistem battery.
    b)      Condensor untuk motor penyalaan sistem magneto
    1. Ignition Coil (coel)
    Adalah suatu alat penyalaan yang berfungsi untuk meninggikan tegangan arus dari sumbernya, yaitu accu atau spul penyalaan yang 6 volt menjadi 10.000-12.000 volt, lalu diloncatkan kedalam ruang bakar berupa bunga api listrik tegangan tinggi melalui elektroda busi, sehingga gas baru yang telah dimampatkan di dalam ruang bakar menjadi terbakar.
    Menurut sistem penyalaannya, coil dibagi atas 2 golongan yang besar:
    a)      Coil DC yang terdapat pada motor penyalaan sistem baterai
    b)      Coil ac yang terdapat pada motor penyalaan sistem magneto
    Menurut tipenya coil masih dibagi menjadi 2 macam lagi:
    a)      Coil DC dengan 1 kabel busi, yang terdapat pada motor penyalaan sistem baterai yang hanya mempunyai 1 silinder saja.
    b)      Coil DC dengan 2 kabel yang terdapat pada motor penyalaan sistem baterai yang mempunyai 2 buah silinder, khususnya pada motor Honda type: CB 125/175/200, twin.
    1. Busi
    Berfungsi untuk mendapatkan loncatan bunga api sehingga pembakaran bahan bakar yang telah dikompresi dalam kepala cylinder.
    b.      Komponen-komponen penting pada sistem pengapian menggunakan CDI
    Komponene-komponen pengapian pada sistem CDI pada dasarnya sama dengan sistem platina, akan tetapi ada penggantian sistem kerja komponen dan tambahan komponen, yaitu pulser sebagai pengganti platina yang fungsinya sama dengan platina. Kemudian kondensor yang digantikan dengan suatu unit CDI (Capasitor Dischange ignition) yang artinya adalah dalam melaksanakan pengapian (memberikan dan memutuskan aliran listrik) dilakukan oleh kapasitor, setelah mendapat sinyal dari pulser.

    A. SISTEM PENGAPIAN PLATINA
    Gambar diagram kabel utama kelistrikan pengapian pada sepeda motor penyalaan sistem baterai
     


    Gambar diagram kabel utama kelistrikan pengapian pada sepeda motor penyalaan sistem magnit

    Keterangan gambar:
       1    = spul penyalaan
       2    = condensor
       3    = Platina
    KK   = Kunci kontak
             = masa/bodi



    Seperti terlihat pada gambar, ketika flywhel berputar, besarnya fluk yang melewati armaturecore (angker) berubah-ubah demikian pula arahnya, hingga menginduksi tegangan AC pada source coil (spul). Platina tertutup, arus melalui source coil dan pada angker terjadi flux. Platina terbuka pada saat itu piston mencapai sedikit sebelum TMA, arus yang melalui coil tiba-tiba terputus, ini menyebabkan terjadinya perubahan flux, yang mana menimbulkan tegangan beberapa ratus volt pada ignition coil. Tegangan ini diteruskan ke kumparan primer dan kemudian diinduksi menjadi tegangan tinggi pada kumparan skunder yang sebanding dengan perbandingan jumlah lilitan antara primer dan sekunder. Lebih besar arus listrik, lebih besar pula tegangan yang dihasilkan pada ignition coil.
     
    B. SISTEM PENGAPIAN CDI
    Dalam sistem pengapian dengan CDI dapat dibagi menjadi tiga kelompok:
    1. Fly wheel magneto
    2. CDI unit
    3. Ignition Coil dan busi




    Prinsip kerja CDI  










    Pada posisi rotor seperti terlihat pada gambar diatas mulailah terjadi proses pengisian kondensor dengan arus listrik yang ditimbulkan oleh Change Coil (SCR dalam keadaan OFF) hingga mencapai 300 Volt lebih


    Kemudian pada keadaan timing mark berimpit dengan pulser coil, pada saat itu proses pengisian condensor telah selesai dan pulser coil akan mengeluarkan arus listrik (signal) ke gate SCR dan membuat SCR dalam keadaan ON, akibatnya muatan listrik yang ada di Condensor akan dimuntahkan melalui lilitan primer ignition coil dan pada lilitan sekunder timbul voltase tinggi yang diteruskan ke busi. Setelah arus dari condensor berhenti, maka SCR akan kembali dalam keadaan OFF.