Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

10 March 2017

KAOS KAKI BOLONG MILIK AYAHKU


Kisah inspiratif dari seorang ayah yg terkenal dan kaya raya sedang sakit parah.
Menjelang ajal menjemput, dikumpulkanlah anak2nya.
Beliau berwasiat:
Anak2ku, jika Ayah sudah dipanggil Allah Yang Maha Kuasa, ada permintaan Ayah kepada kalian
" Tolong dipakaikan kaos kaki kesayangan Ayah walaupun kaos kaki itu sudah bolong, Ayah ingin memakai barang kesayangan yg penuh kenangan semasa merintis usaha di perusahaan Ayah dan minta tolong kenangan kaos kaki itu dikenakan bila Ayah dikubur nanti."
Akhirnya sang ayah wafat.
Ketika mengurus jenazah dan saat akan dikafani, anak2nya minta ke ustadz agar almarhum diperkenankan memakai kaos kaki yang robek itu sesuai wasiat ayahnya.
Akan tetapi sang ustadz menolaknya.
_" Maaf secara syariat hanya 2 lembar kain putih saja yang di perbolehkan dikenakan kepada mayat."
Maka terjadilah perdebatan antara anak2 yang ingin memakaikan kaos kaki robek dan pak ustadz yang melarangnya
Karena tidak ada titik temu, dipanggilah penasihat sekaligus Notaris keluarga tersebut.
Sang notaris menyampaikan Surat Wasiat, ayo kita baca bersama sama siapa tahu ada petunjuk".
Maka dibukalah Surat Wasiat almarhum untuk anak2nya yang dititipkan kepada Notaris tersebut.
Ini bunyinya:
_"Anak2ku, pasti sekarang kalian sedang bingung, karena dilarang memakaikan kaos kaki bolong kepada jenazah ayah".
_" Lihatlah anak2ku, padahal harta ayah sangat banyak, uang, beberapa mobil, tanah, kebun dan sawah, rumah mewah, tetapi tidak ada artinya ketika ayah sudah meninggal dunia".
_" Bahkan kaos kaki bolong saja tidak boleh dibawa mati."
Begitu tidak berartinya harta dunia, kecuali iman dan amal kebaikan kita".
Anak2ku inilah yang ingin ayah sampaikan agar kalian tidak tertipu dengan dunia yang hanya sementara.
Pada akhirnya teman sejati kita hanyalah Iman dan Amal Shalih.
" Salam sayang dari ayah yang ingin kalian menjadikan dunia sebagai jalan menuju RidlΞ± Allah SWT".
Marilah ini sebagai renungan bagi kita semua.
Orang tua tidak takut miskin memberi nafkah pada anaknya saat membesarkan mereka.
Tapi banyak anak sering takut kekurangan saat menanggung orang tuanya dimasa tuanya.
Lihat diri kita saat ini,
Sehebat apapun,
Suksespun setinggi langit,
tapi tanpa doa, restu orang tua yang membesarkan kita
maka tidak akan ada ketenangan, keberkahan dan kebahagiaan dalam hidup.
Uang bisa dicari,
ilmu bisa digali
jabatan bisa kita raih
tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang kembali.
Satu ibu,
bisa merawat tujuh anaknya
tapi tujuh orang anak belum tentu bisa membahagiakan
satu orang ibu nya
Satu ayah,
bisa menghidupi tujuh anaknya
tapi tujuh orang anak belum tentu dapat menghidupi
satu orang ayah nya
Sesekali tengoklah orang tuamu,
tatap wajahnya ketika ia terlelap tidur
lihat kerutan di wajahnya,
lihat rambutnya yang kini mulai memutih,
lihat badannya, yang dulu tegap kini mulai membungkuk,
semua telah berubah termakan waktu tapi tidak dengan kasih sayangnya...
Sudahkah kita membuatnya bahagia hari ini?
Sudahkah kita membuatnya bangga hari ini?
Sudahkah kita membuatnya tersenyum hari ini?
Tidak akan ada jasa yang mampu kita balas,
Tidak akan ada kebaikan yang mampu kita balas,
semua begitu banyak, begitu tulus.
Yaa Allah ya Tuhan kami
Hadiahkanlah Kebahagiaan untuk kedua orangtua kami atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan kepada kami.
Aku Mencintaimu Ayah, Ibu...
Kasihmu takkan pernah terganti
Perlakukanlah orang tua mu seperti raja, maka hidupmu akan seperti Raja .😐
Semoga Bermanfaat

16 December 2016

Hidup itu Mudah, Enak dan Murah



Waw…kok bisa ya?
Ini benar-benar pelajaran yang saya dapatkan dari seseorang yang sangat luar biasa..
Tak disangka dari hasil silaturohmi ke salah satu kenalan yang membawa saya pada obrolan-obrolan yang luar biasa..kisah ini berawal dari ajakan dari istri saya untuk berkunjung ke relasi kenalan istri saya. Orangnya baik, supel, apa adanya, enak diajak ngobrol dan diskusi, curhat juga, pengusaha sukses pula. Banyak yang kami bicarakan waktu itu, dan semuanya sangat berkesan buat saya, banyak petuh-petuah, ide, saran, kritik, dan bahkan kisah perjalanan hidupnyapun dibicarakan saat itu.banyak sekali kata-kata beliau yang saya anggap masuk akal dan selalu masuk akal. Tapi yang membuat saya agak bingung itu saat beliau berkata “hidup itu sebenarnya mudah, enak dan murah”. Saya sempat kaget saat itu, kok bisa beliau mengatakan hal tersebut, padahal saya sendiri beranggapan hidup itu sulit, bahkan saya sempat berfikir bahwa “ hidup itu sulit jadi jangan dipersulit”…haduuuh….kata-kata ini yang membuat saya bingung, tapi setelah dipaparkan oleh beliau saya baru paham kalau benar yang dikatakan beliau. Begini kata-kata beliau “ hidup itu sebenarnya mudah, enak dan murah, kenapa begitu? Sebab  yang mahal itu sebenarnya adalah gengsinya, karena gengsi hidup bisa menjadi sulit, karena gengsi hidup jadi sengsara, karena gengsi hidup bisa jadi mahal” bagaimana tidak, sebagai contoh: kita itu sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari naik motor bekas sudah bisa dan layak pakai juga, tapi terkadang gara-gara nurutin gengsi kita harus beli motor yang bagus, baru, mahal, kalau kita mampu mungkin mudah saja beli itu, tapi kalau hidup kita pas-pasan, mau beli motor saja harus kredit itu yang bikin hidup menjadi mahal, hidup jadi terbebani karena ada angsuran. contoh lain karena gengsi harus punya mobil baru meski kadang buat bensin saja gak kuat, karena gengsi beli HP yang mahal. Kata beliau yang penting itu pondasinya…kalau pondasi ekonominya sudah kuat, terserah mau beli apa-apa… jangan lantas pondasi ekonomi belum kuat, eh gengsinya yang diperbesar itu yang bikin hidup menjadi mahal, sulit dan penuh beban… Wah..wah..wah…. kena deh saya (batin saya) kena banget, dalam banget sampek ke hati benar-benar kena…… hati rasanya hancur. πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜‚πŸ˜‚
Benar juga….benar…seratus persen benar dan masuk akal. “ hidup itu sebenarnya mudah, enak dan murah” oke, pelajaran, dan ilmu baru saja saya dapatkan……
Bagaimana menurut anda? Anda termasuk yang seperti apa?...hehe….silahkan direnungkan sendiri.
Oke lain kali disambung lagi ya tulisan dan cerita saya yang gak penting ini. Semoga mendapatkan manfaat, hikmah yang baik. Sampai berjumpa di episode berikutnya…

11 June 2016

SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya"



Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan.
Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah.
Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya.
Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil
maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas,
sehingga layak dijuluki "raja jalanan".

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda -
Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar
insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan
Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas,
duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

"Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia
saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini,
yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo,
Tokyo, akibat mengindap lever.

Kecintaannya kepada mesin, mungkin `warisan' dari ayahnya yang membuka
bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang
Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi
cathut
(kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat
penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor
penggeraknya.

Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri
berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya
ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun,
Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki.
Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif.
Ia sadar berasal dari
keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga
membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company.
Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti
dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap
oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja
disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia
21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu.
Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima
reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
memperbaiki

mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya
larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif.
Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik
meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu
dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras,
dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani
patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya,
membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang
dipilih?
Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh
bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh
Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring
buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi
teman-temannya terhadap kegagalan itu.
Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Kuliah
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan
kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya.
Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang
mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke
bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua
tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang
mengikuti kuliah.

"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan,
melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum
makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil.
Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah.
Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota
memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan
pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang,
tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal
dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah
datang.
Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan
karyawannya.
Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh
kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik.
Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu,
Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini
kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat
menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan
terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda.
Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu
diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan,
sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali
mendirikan pabrik motor.
Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda
berikut mobilnya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Bagi Honda, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri
otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya.
"Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka
tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan
petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi,
mimpikanlah mimpi baru.

= = = = = = = = = =

5 Resep keberhasilan Honda :
  1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
  2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
  3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
  4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
  5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.